Email Marketing Versus Media Sosial

email-marketing-media-sosial

Media sosial atau jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, Twitter, LinkedIn, YouTube dan Google Plus telah menjadi elemen penting dalam internet marketing. Aktivitas pemasaran online ini memang memiliki beragam jurus agar efektif, sama seperti email marketing. Dua elemen ini seringkali dibanding-bandingkan dan cenderung dipandang salah kaprah. Seringkali orang bertanya, mana yang lebih baik, email marketing versus media sosial, dan apakah kita harus memilih salah satu yang paling efektif?

Untuk menjawabnya, anda harus memahami konsep dua elemen tersebut dengan membaca banyak referensi, namun kami akan coba meringkasnya untuk anda. Pertama yang harus anda kenali adalah apa itu pemasaran digital, yang juga biasa disebut online marketing atau internet marketing.

Internet marketing sangat populer dalam satu dekade ini, dan di Indonesia mulai marak sekitar lima tahun terakhir. Bukan hanya populer karena kehadiran teknologi yang semakin canggih dan murah, tapi juga karena tingkat efisiensi dan efektifitasnya..

Sekejap keahlian digital marketing lalu menjadi tambahan kualifikasi baru bagi praktisi pemasaran dan humas. Seorang manajer pemasaran dan humas dituntut untuk menguasai dan mampu mengimplementasikan aktivitas internet marketing. Coba saja amati, mayoritas situs web di tanah air telah memiliki link / tautan ke halaman jejaring sosial. Namun sayangnya, belum demikian dengan email marketing. Masih banyak dari kita yang merasa bahwa kehadiran di situs web dan halaman jejaring sosial sudah cukup. Nah, disinilah salah kaprahnya.

Meskipun ada indeks survei dan riset yang menyatakan bahwa email marketing paling tinggi dalam memberikan laba atas investasi, namun pesan utama yang kami ingin sampaikan kali ini adalah bahwa jejaring sosial dan email marketing punya konsep yang berbeda dan rasanya tidak tepat untuk dikomparasi secara langsung. Apalagi jika keberadaan yang satu harus meniadakan yang lain. Akan lebih bijak jika kedua elemen paling populer ini bekerja berdampingan. Berikut adalah beberapa karakteristik sekaligus alasan mengapa keduanya harus saling melengkapi.

  • Email marketing merupakan metode yang paling tinggi dalam memberikan laba atas investasi dan mencapai 40 kali lipat. Sedangkan jejaring sosial merupakan aktivitas yang paling digemari dan banyak dikunjungi.
  • Seberapa pun banyaknya keikutsertaan anda pada jejaring sosial, akun email tidak akan pernah mati atau ditinggalkan, karena aktivitas jejaring sosial juga memerlukan alamat email untuk keperluan login dan notifikasi. Mungkin menjadi lebih jarang, namun tetap saja akun email tersebut akan di cek oleh pemiliknya.
  • Pesan di jejaring sosial punya keterbatasan waktu tayang untuk dibaca oleh pengguna lain yang sedang online, sedangkan pesan email tidak pernah kadaluarsa dan tetap berada di dalam kotak surat pelanggan anda.
  • Jejaring sosial mampu merangkul lebih banyak, sementara email mampu mengarah lebih fokus.
  • Jejaring sosial tepat dijadikan media atau wadah untuk membangun citra (Branding) dan menggalang respon, sedangkan email marketing cocok untuk aktivitas penjualan langsung.
  • Bisnis yang menggabungkan email marketing dengan jejaring sosial lebih sukses dengan kampanye pemasaran mereka daripada mereka yang menggunakan satu metode saja.
  • Melalui jejaring sosial, ada link yang bisa disediakan untuk bergabung dalam contact list penerima email. Sebaliknya, melalui email, ada tombol yang bisa disediakan untuk berbagi pesan ke halaman jejaring sosial.

Maka itulah, lebih tepat dan bijak jika kedua metode ini bekerja berdampingan. Dengan memahami karakteristik keduanya, Anda selaku praktisi pemasaran dan humas bisa menerapkan trik dan strategi khusus untuk mengoptimalkan keduanya.(fer)