SMS Blast Masking

SMS-blast-masking

SMS blast adalah inovasi pengiriman SMS secara massal yang dikelola melalui web application, dan SMS Blast Masking adalah pengiriman SMS blast dengan mencantumkan nama identitas sebagai pengirim, sehingga bukan nomor ponsel lagi yang muncul. Umumnya jika anda mengirim SMS maka nomor pengirim (08xxxxxxx) akan muncul di HP penerima SMS. Namun dengan teknologi SMS Blast Masking ini memungkinkan setiap SMS yang anda kirim tampil dengan Nama perusahaan atau nama merk dagang anda sebagai pengganti nomor pengirim. Dengan menggunakan SMS Masking ID Sender, tentu akan semakin meningkatkan citra perusahaan.

Fitur SMS Masking sebagai berikut :

  • Biaya/ tarif SMS yang murah hingga dibawah Rp. 100
  • Mampu melakukan pengiriman terjadwal
  • Dilengkapi buku telepon yang dapat di import dan export dari file excel.
  • Dilengkapi dengan fasilitas SMS report, sehingga bisa diketahui status pengiriman SMS, apakah gagal atau terkirim.
  • Pengiriman SMS dilakukan dari web, tanpa perlu instalasi software di PC.
  • Mampu kirim SMS variable dari Ms. Excel, sehingga setiap penerima SMS akan menerima isi SMS yang berbeda-beda. Contoh untuk SMS Tagihan Bulanan
  • Dan lainnya.

Contoh SMS Custom Variabel sebagai berikut.

Selamat pagi – TITLE – NAMA – Tagihan Anda bulan ini – TAGIHAN. Maka SMS yang akan diterima pelanggan Anda:

“Selamat pagi Bpk Andy Tagihan Anda bulan ini Rp 150.000”
“Selamat pagi Ibu Nancy Tagihan Anda bulan ini Rp 200.000”

Cara aktivasi / menggunakan layanan SMS Masking :

  1. Setelah registrasi pada layanan SMS Blast, biasanya user bisa langsung melakukan pembelian credit / token / pulsa paket kuota SMS Blast / Masking.
  2. PC atau laptop harus terkoneksi dengan internet.
  3. Login di halaman login web Masking SMS.
  4. Setelah login, user dapat melakukan pengiriman SMS secara masal sebanyak jumlah paket SMS yang dibeli pada poin 1 di atas.

Namun inovasi SMS Masking perlu disikapi dengan bijak karena memungkinkan sebuah pesan tampil dengan identitas buatan, dan ini sangat mungkin disalahgunakan untuk menyebarkan isu atau berita negatif dengan membawa nama, brand atau nomor ponsel tertentu. Itulah teknologi, selalu ada saja yang bisa disalahgunakan. Kita tentu berharap agar fitur ini membawa manfaat dan bukan sebaliknya, dan semoga segera ada regulasi dan filter tertentu yang dapat mencegah dampak negatif dari hal ini.